Home > Science > Dampak Dan Akibat Sangat Sering Beha (Onani)

Dampak Dan Akibat Sangat Sering Beha (Onani)

Added: (Tue Jul 11 2017)

Pressbox (Press Release) - Berbagai perkara Akibat Anakbaju (onani) akan kita bahas di sini:

Kiranya masih terlihat banyak orang yang tampaknya belum mengerti segala sesuatu tentang efek, efek maupun akibat onani atau masturbasi. Kendatipun begitu, membludak orang yang melakukannya. Sehingga melimpah juga informasi yang salah meningkat di masyarakat dalam memperhatikan masturbasi alias onani, antara lain seperti yang ditanyakan di bawah ini.



Kasus 1:
“Saya adalah anakmuda yang masih 19 tahun, belum menikah, lamun saya bekerja mulai umur 14 tahun. Aku sangat sering masturbasi ataupun onani, dan itu dekati sekarang. Terlebih hal itu sering, pernah hampir 1 hari saya onani serta masturbasi 2 kali. Kelaziman ini tidak dapat saya memanggang. Setiap penis ereksi, saya tentu bermasturbasi, kebanyakan waktu jaga tidur. Jika sudah, saya hendak merasa puas. Pertanyaan aku adalah: Apakah onani yang sangat sering membuat mani cair? Apa efek alias dampak onani memakai sabun? Apa ada efeknya juga sehabis keluar benih tidak dicuci? Apa onani juga mengganggu pekerjaan sebab aku adalah pekerja berat? Saya gelisah, kalau kelihatannya dapat melahirkan lemah berahi.” (R.W., Jakarta)

Kasus 2:
“Saya Rizal, aku adalah laki 23 tahun, tinggi saya 165 cm dan berat badan 57 kg. saya mahasiswa pasca ahli di perguruan tinggi Bandung, saya belum menikah. Aku sangat kepunyaan banyak persoalan dalam kehidupan seks, mulai usia 20 tahun saya sangat sering onani seorangdiri sebab saya tidak sanggup untuk melawan ambisi seks aku. Saya rajin melakukannya sebesar seminggu satu kali bahkan pernah saya seminggu hingga 3 kali. Tetapi ternyata gairah seks saya sungguh tinggi. Perlu pun dokter untuk ketahui kalau masaini hampir aku setiap hari coli atau onani, sampai-sampai dalam satu hari sampai 2 kali, adakalanya juga selesai dalam sehari bila saya lagi kelelahan namun hasrat kelamin untuk onani tetap ada, saya sudah acapkali berusaha menahannya, bahkan dengan berbagai banyak cara termasuk melakukan olahraga, setelah olahraga ternyata antusiasme seks itu mantap muncul. Saya tanyakan yaitu: Apakah kalau saya amat sering onani akan berakibat buruk bagi kesegaran? Apa sering onani akan berakibat gabuk? Bagaimana cara saya memberantasnya?” (R, Bandung)

Jawaban:

Membludak Mitos
Pada banyak hasil data penelitian yang telah dilakukan, tampaknya memang pada lazimnya semua pria serta bahkan sekitar 70-80 persen wanita sudah masturbasi. Buruknya membludak juga informasi yang salah berkembangan berhubungan masturbasi, semisal saja bisa melahirkan berbagai hal buruk. Sepertinya ini adalah informasi yang sungguh menyesatkan bagi masyarakat, mitos tentang kelamin ini semakin membludak dan lantas saja berkembangan sampai saaat ini.

Pada abad 18 telah keluar sebuah buku berjudul Onana yang terbuat oleh Tissot dari Prancis. Buku ini mengupas penyakit yang dapat muncul akibat melakukan onani atau masturbasi. Ternyata bersama semakin berkembangannya ilmu pemahaman dan teknologi, telah terbukti bahwa apa yang ditulis dan diterbitkan oleh Tissot yaitu salah besar.

Bahwa amat tidak betul bahwa melangsungkan onani atau masturbasi dapat membuahkan dampak tidakbaik bagi kebugaran, termasuk kualitas airmani. Sehingga, tidak terlihat suatu bentuk gangguan pada kuantitas lalu kualitas airmani karena masturbasi. Walaupun, onani maupun masturbasi yang bila dilakukan dengan terburu-buru menyentuh ejakulasi bisa dikhawatirkan menjadi penyebab terjadinya ejakulasi pagibuta pada pria. Sementara itu, apabila Kamu melakukannya berlebihan sering, tentu akan berakhir pada kelelahan karna onani atau rancap. Hubungan dekat dan onani sama-sama memakai energi.

Harmoni
Onani yang menggunakan sabunbatangan tidak hendak menimbulkan imbas apa-apa asal sabun itu tidak tampak zat yang ada sifat memicu suatu rangsangan pada tumpukan dalam kulit anda. Lebih-lebih zat ini kalau terlalu solid akan membuat lapisan dalam kulit kelihatan semacam luka lecet.

Apabila saya melihat total aktivitas onani kalian sangat acapkali, mungkin anda sangat rendah untuk melangsungkan suatu kegiatan yang seimbang antara kesibukan fisik serta mental. Pada mayoritas kasus, jika kita cukup untuk melakukan aktivitas fisik beserta mental, desakan seksual Kalian akan kepepet. Sehingga, Anda aspirasi seks anda tidak akan terlalu banyak muncul serta terangsang, akibatnya kalian dapat menghindari dan menyetop diri untuk enggak sering onani.

Mampu juga karier Anda kini memang cukup berat dalam masalah fisik. Kendatipun begitu, kalau ternyata enggak diimbangi oleh aksi yang bersifat intelektual, anda akan tetap kerapkali akan merasakan rangsangan serta dorongan seks yang sangat berkobar-kobar di dalam diri anda. Kesimpulannya, kalian harus menjaga keseimbangan antara keaktifan fisik lalu mental.
Metode Menghindarinya
Kami menyandang beberapa petunjuk efektif bakal menghentikan kerutinan onani, seperti:

1. Awali bersama berdoa, mendesak dan bertaubat pada Tuhan, untuk berhenti dari onani selamanya.

2. Harus memiliki tekad, doronganhati, dan dorongan yang kuat dari diri seorangdiri.

3. Terapkan metode “reward and punishment” yang tegas lalu disiplin bakal diri sendiri. Misalnya: jika satu hari aku tidak beronani, maka saya bakal “menghadiahi diri sendiri” dengan membeli es krim yang eco atau berekreasi ke pantai. Bila saya beronani satu kali saja, aku harus “menghukum diri sendiri” dengan membaca satu buku tentnag ilmu pengetahuan.

4. Katakan Tiada pada ONANI dan SEX sebelum MENIKAH!!!

5. Sepatutnya tidak acapkali menyendiri, melamun, atau menyaksikan film yang “membangkitkan gairah”.

6. Bergaullah dengan beberapaorang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Hindarilah zona pergaulan yang membawa Anda menuju “lembah maksiat” alias “dunia hitam”.

7. Perbanyaklah beribadah sesuai atas agama dan agama Anda. Jika Anda berkeyakinan Islam, maka seringlah bertarak sunah, sholat berjamaah, sholat malam, berzikir, membaca Alquran, dsb.

8. Jika Kalian “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang digeluti oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan jika pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” menyandang risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Pun, Sebanyak 34% ataupun 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat kerap melakukan onani mulai umur 20 tahun. Sekadar apendiks, kanker prostat adalah penyakit kanker yang bertumbuh di kelenjar prostat, disebabkan karna sel prostat bermutasi dan mulai bertumbuh di luar kendali.

9. Sibukkanlah diri Kalian dengan keadaan yang positif dan berfungsi, misalnya: berolahraga, pecinta alam, membaca buku, mencatat, bernyanyi, masak, berkebun, dsb.

10. Ketahuilah bahwa asas onani adalah gelap, dan onani itu ialah “zina tangan”.

11. Hindari bergaul dengan kenalan atau kawan yang juga “hobi beronani”. Sebab seseorang itu dapat dinilai; salah satunya bersama siapa (saja) ia berkawan.

12. Mandilah secepat mungkin. Hindarkan untuk berlama-lama di kamar mandi.

13. alat onani pria , acara, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau carut, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Cegah juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, ataupun “bumbu-bumbu seksual”, kecuali Kamu sudah menikah dan akan melangsungkan hubungan gender.

14. Perbanyak aktivitas badan, terutama bila sedang stres alias diri Anda sedang dalam keadaan teraniaya.

15. Lakukan semua hal, aktivitas, atau kegiatan yang Kamu sukai, sepanjang tidak membentur aturan agama lalu norma.

16. Temukan, kembangkan, dan salurkan seluruh bakat, kegemaran, dan kreativitas Anda semaksimal mungkin.

17. Sadarilah bahwa onani cuma akan melenyapkan energi serta waktu Kamu yang sebenarnya bisa Anda gunakan untuk menjalankan hal-hal lainnya yang berfungsi.

Oh iya, tampak satu hal lagi yang perlu Dimas ketahui… . kami belum menjumpai referensi yang menerangkan bahwa biasanya onani itu menghambat pertumbuhan. Yang bolehjadi terjadi yaitu, energi yang seharusnya untuk tumbuh kembang tubuhmu kahirnya habis rusak hanya buat beronani. Jelas bahwa tiada ada hubungan antara frekuensi beronani bersama tingkat petumbuhan.

Sepertiitu penjelasan aku, semoga berfaedah.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.