Home > Sports > Alasan BI Larang Mata Duit Virtual

Alasan BI Larang Mata Duit Virtual

Added: (Sat Feb 03 2018)

Pressbox (Press Release) -

Selain itu, mata uang virtual tidak mengikuti best practice atau standar internasional yang berlaku baik sebagai mata uang atau instrumen investasi. Padahak hal ini diperlukan untuk memastikan keamanan dan efisiensi penyelenggaraan.

"Kedua, mata uang virtual juga bersifat peer-to-peer, yang artinya transaksi dilakukan tanpa perantara (intermediary) formal, finalisasi setelmen, tidak ada status legal kepemilikan mata uang digital, serta tidak ada pihak yang menangani keluhan, " jelas dia.

Ketiga, mata uang virtual juga tergolong anonim atau pseudonim oleh karena itu identitas pelaku tersamar atau tidak dapat diidentifikasikan dengan transaksinya. Hal ini dikhawatirkan akan digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Keempat, tidak ada pengawasan sentral dalam virtual currency sehingga tidak ada pengawas yang bertanggung jawab. Ini membuat harga yang diberlakukan sangat bergantung pada rekan, namun jika ada naik-turun harga tidak ada penganggung jawab. "Penerbitan dan harga ditentukan supply dan demand. Supply-nya hanya 21, 26 juta. Artinya setelah itu ya tinggal yang berlaku di pasar sekunder. Itu sewaktu-waktu bisa naik turun (harganya), " pungkasnya.

Bank Nusantara (BI) mengungkapkan sejumlah alasan mengapa mata uang virtual (virtual currency) dilarang untuk diperjualbelikan. Utamanya adalah karena virtual currency memiliki akibat yang sangat tinggi dikarenakan empat faktor karateristik dalam mata uang virtual.

"Pertama, no regulator, tidak tahu siapa regulatornya. Tidak ada aturannya, pengelolanya siapa, " kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni V Panggabean di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 15 Januari 2018.

Dirinya menambahkan, bukan ada pengaturan penyelenggaraan mata uang virtual termasuk pengaturan terhadap pengelolaan algoritma ringgit virtual. Dengan demikian maka virtual currency tak memiliki kepastian hukum yang membuat penggunanya merugi sewaktu-waktu.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.