Home > Sports > Orang Islam Berkelana Di Berbagai Negara Seluruh Dunia

Orang Islam Berkelana Di Berbagai Negara Seluruh Dunia

Added: (Fri Sep 29 2017)

Pressbox (Press Release) - indonesia adalah negara oleh komunitas mukminat terbesar di mayapada. ok itu yang selalu kita dengar dan ketahui sebagai orang indonesia. namun yang terjadi, setiap aku, dengan atribut hijab aku bertemu berbagai orang dari negara lain, mereka selalu bertanya pertama kali, are you from malaysia? ini terjadi di jepang, eropa dan amerika. sekali, dua kali, sepuluh kali, tiga puluh kali, aku selalu mengoreksi mereka. bukan, aku dari indonesia. akhirnya ke tiga puluh satu kalinya aku agak penasaran, dan bertanya balik pada seseorang yang bertanya pada saya tersebut pada waktu di los angeles kemarin, kenapa kamu kira aku dari malaysia?

dia menjawab, saya ngga tahu... saya tahunya hanya malaysia sama headcover seperti itu. aku rasa sekiranya karena indonesia tidak terlalu... kondang.

jedaarrr! ouch... ngga beken berdasarkan lo?

lihat jak tv ngga sih? baca koran tribun?? punya mirc tidak?? ngga gaol bangetd sihh?!! roooooaarrrr!! (dalam benak saja haha)

yah, kenyataan memang sering getir. indonesia ngga tersohor katanya! sigh! eidss... jangan emosi dulu... bisa jadi ini memang waktunya kita introspeksi diri. boleh jadi memang kita, double hycon , kurang tersohor atau kurang dikenal, sehingga figur hijab pun lebih didominasi oleh malaysia. kurang tersohor itu tentu bukan berarti kita tidak punya alasan untuk beken. ada minimal tiga faktor yang menyebabkan kejadian yang saya herbal selama bertemu orang dari berbagai seperti background menebak saya sebagai orang malaysia, melewati hijab aku (btw satu kali orang menebak aku beragama hindu, waktu di hokkaido. i don t know why, for his own reason hehe).

faktor pertama adalah marketing and nation branding. apa itu nation brand? keith dinnie (2008) mendefinisikannya sebagai the unique, multi-dimensional blend of elements that provide the nation with culturally grounded differentiation and relevance for all of its target audiences (dalam bukunya nation branding: concepts, issues, practice).

singkatnya, nation brand adalah merk, ciri unik suatu negara yang memudahkan orang untuk mengingat dan mengasosiasikannya dengan sesuatu. salah satu elemen unik dalam nation brand adalah identitas bangsa. tidak bisa dipungkiri, kepopuleran negara, apapun dan siapapun adalah hasil dari branding dan marketing yang baik, baik itu terencana ataupun karena keberhasilan. seseorang dapat saja hebat, bertalenta, tapi tanpa promosi dan branding, ia bisa jadi tidak akan sudah dikenal ataupun terdengar ditengah riuh-rendahnya dunia.

di era persaingan universal, brand tentunya sangat penting dalam strategi pencitraan dan pemasaran supaya orang sanggup tahu keunikan dan keunggulan sebuah negara: apakah sebagai tujuan wisata, pusat produksi barang tertentu, atau tempat yang profitabel produktif untuk investasi (bumntrack. co. id). indonesia sepertinya sudah gencar berpromosi dan terlibat dalam event-event international, seperti pula menempelkan publisitas pariwisata di bus dan taksi di luar negeri seperti yang sudah dilakukan oleh kementerian pelancongan tahun lalu.

terkait sama hijab, branding indonesia memang tidak diasosiasikan sama pemakaian hijab dan komunitas mukminat yang besar, melainkan keragaman budaya dan kekayaan alam sama tempat-tempat wisata yang indah. tapi apakah malaysia membranding negaranya oleh hijab? ngga pun. aku seumpama browsing poster-poster dan iklan-iklan tourism nya malaysia dan more or less seperti pigura di bawah ini. hampir sama dengan indonesia kan?! berarti kelihatannya lebih menonjol faktor kedua.

faktor kedua adalah agama nasional. kita tampaknya berpendapat bahwa harusnya indonesia sanggup lebih dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk memeluk agama islam. namun islam bukan agama nasional negara indonesia. indonesia menerima 6 agama yang dipeluk oleh penduduknya. nah, meski sudah banyak orang indonesia tinggal di luar negeri, mengikuti pertemuan-pertemuan penting oleh negara lain, ataupun sekedar tourism, jika mereka, let s say 50% -80% adalah non-muslim atau orang islam tapi tidak berhijab, maka asosiasi dan image bahwa orang berhijab itu adalah orang indonesia tidak akan terbangun kan.

selain itu, iklan-iklan dan film dari indonesia juga sepertinya tidak terlalu menggambarkan seperti itu. sementara malaysia menjelaskan secara konstitusi bahwa islam adalah agama resminya sama hak keleluasaan penduduknya memeluk agama lain. dicuplik dari islamic tourism center of malaysia: islam is constitutionally the country�s official religion, with the freedom to practise other religions. the shariah law in malaysia is only applicable to muslims and is used to resolve conflicts relating to creed and family matters.

jadi oleh karena itu, jangan kaget kalau dengan hijab, orang asing tidak menebak atau mengasosiasikan kamu oleh orang indonesia, melainkan malaysia in the first place, karena branding indonesia memang tidak sama hijab (faktor pertama) dan karena agama di indonesia bukan islam saja (faktor kedua). bagaimana caranya agar mukmin indonesia atau lebih umumnya, indonesia sebagai negara, dapat lebih dikenal? ngga usah nunggu dan menggantungkan pemerintah mempromosikan atau nge-rebranding, semua bisa dimulai dari kita sendiri dan banyak caranya.

salah satunya atas memberitahukan identitas kita sebagai mukmin atau orang indonesia, menulis artikel dalam bahasa inggris yang membuat indonesia semakin dikenal, kalau mampu yang sifat baik-baiknya aja dulu lah... kalau yang jelek-jelek nanti saja dijelaskan kalau butuh dan kalau ada yang tanya saja hehe. selain itu, berkelana-lah, mengobrol oleh orang (tentunya bukan atas sembarang orang).

mengobrol di sini maksudnya, masa kita bepergian ke luar negeri, jangan hanya jadi turis, poto-poto, aplot, pulang. jadilah traveler, berkomunikasilah atas orang sehingga mereka lebih tahu lagi tentang indonesia dan agar kita pun lebih memahami tentang mereka. itu kalau kita peduli ya terhadap image indonesia, karena aku juga banyak temui mereka yang sudah tinggal lamban di luar negeri dan tidak peduli oleh negara asalnya, malah sering juga menjelek-jelekkan. bitter truth.


oh iya, faktor ketiga. faktor ketiga adalah kelihatannya bertepatan saja. dunia ini penuh dengan kemungkinan, oleh karena itu ada faktor ketiga ini. yah kelihatannya memang bertepatan saja saya bertemu puluhan orang-orang yang ngga kenal indonesia itu, dan atau orang-orang yang iseng bilang, are you from malaysia?;)

cheers!

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.