Home > Telecoms > IHSG Diprediksi Rawan Pelemahan, Usai Cetak Rekor

IHSG Diprediksi Rawan Pelemahan, Usai Cetak Rekor

Added: (Tue Mar 06 2018)

Pressbox (Press Release) - Di sisi lain, Wakil Presiden Departemen Riset Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG dalam kurun waktu beberapa waktu mendatang memiliki potensi untuk bergerak dalam rentang konsolidasi wajar.
William bahkan menambahkan, IHSG memiliki peluang untuk kembali menggapai rekor level tertinggi sepanjang masa, setelah tercapainya rekor baru pada penutupan perdagangan kemarin.
"Peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat kondisi IHSG yang masih berada dalam jalur uptrend dalam jangka panjang, tentunya dengan pemilihan saham yang tepat tanpa mengesampingkan likuiditas yang ada sebagai pertimbangan dalam berinvestasi," ujarnya.
Dalam perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 97,7 poin (1,48 persen) ke level 6.689 setelah bergerak di antara 6.607-6.689. Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah 36 poin (0,27 persen) di Rp13.560 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.530-Rp13.571.
´╗┐RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp7,79 triliun dengan volume 12 miliar lembar saham. Sementara, dalam perdagangan di pasar reguler hari ini, investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp411,9 miliar. Sebanyak 263 saham naik, 111 saham turun, dan 107 saham tidak bergerak. Sementara sembilan dari 10 indeks sektoral menguat. Penguatan terbesar dialami oleh sektor industri dasar yang naik sebesar 2,99 persen. Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak menguat. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 1,97 persen, indeks Kospi di Korsel naik sebesar 0,87 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,97 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami pelemahan dalam perdagangan yang fluktuatif pada hari ini, Selasa (20/2). Usai mencetak rekor kemarin, pelaku pasar dinilai berpeluang melakukan aksi ambil untung.
Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko mengatakan IHSG masih dalam kisaran dagang (trading range). Namun, pelaku pasar diimbau untuk bertransaksi jangka pendek dan mewaspadai tren pelemahan.
"Keadaan pasar yang relatif masih wait and see membuat IHSG masih terjebak dalam formasi trading range di level 6.550-6.700. Dalam situasi seperti ini rekomendasinya trading jangka pendek saja dengan memperhitungkan agar tidak teseret arus bawah," ujarnya dalam riset.

Submitted by:
Disclaimer: Pressbox disclaims any inaccuracies in the content contained in these releases. If you would like a release removed please send an email to remove@pressbox.co.uk together with the url of the release.